Gereja Ayam Jogja, Wisata Religi Bersejarah dengan Pemandangan Memukau!

Pernah dengar Gereja Ayam Bukit Rhema atau sejarah Gereja Ayam ini? Yuk jelajahi uniknya gereja Ayam Jogja selengkapnya berikut ini!

Gereja Ayam Jogja, Wisata Religi Bersejarah dengan Pemandangan Memukau! image by laniaphotographs on instagram

Gereja Ayam Jogja jadi salah satu destinasi wisata terpopuler setelah film AADC 2 dirilis tahun 2016 silam. Bagaimana tidak, wisata religi Gereja Ayam bukit Rhema atau Gereja Ayam Magelang ini jadi salah satu spot dalam adegan ikonik dua tokoh utama film tersebut.

Nikmati konten di seluruh dunia tanpa batas, tanpa blokir, dan 100% gratis dengan Moove VPN.

Rumah ibadah yang juga dikenal sebagai Gereja Ayam Bukit Rhema ini memang benar-benar berbentuk layaknya seekora ayam. Tak sedikit orang yang datang untuk berdoa maupun sekadar menikmati keindahan pemandangan di sekitar bangunan tersebut. 

Sejarah Gereja Ayam Magelang

Nama gereja ayam diambil dari bentuk arsitekturnya yang memang menyerupai ayam, lengkap dengan kepala dan ekor. Meski begitu, penduduk setempat justru mengatakan kalau bangunan ini sebenarnya berbentuk burung merpati. 

Berdasarkan catatan sejarah Gereja Ayam Magelang, bangunan ini berdiri atas inisiatif seorang pemuda bernama Daniel Alamsjah. Saat itu, Daniel bermimpi tengah berada di suatu bukit indah nan cantik. 

Di tahun 1980, Daniel memutuskan berlibur ke wisata Candi Borobudur. Di sana, Daniel bertemu warga setempat yang sedang mengambil kayu. Daniel mengikutinya dan terkejut karena tempat tersebut nyaris sama dengan apa yang tergambar pada mimpinya. 

Daniel akhirnya memutuskan membangun sebuah rumah ibadah berupa gereja yang desainnya mirip anatomi tubuh burung merpati. Diketahui bahwa, burung merpati merupakan simbol perdamaian roh kudus di kalangan umat Kristiani. 

Meski begitu, Daniel sempat menyatakan, Gereja Ayam Bukit Rhema ini bisa digunakan semua umat beragama, tak hanya umat Kristen. Sebab, pembangunannya diatasnamakan sebagai rumah doa, bukan rumah peribadatan agama tertentu. 

Dulu, kawasan dibangunannya Gereja Ayam Jogja ini masih layaknya bukit biasa. Namun setelah dibangun rumah doa, kawasan tersebut diberi nama Bukit Rhema. Arti dari kata Rhema adalah firman yang hidup. 

Siapa sangka, gereja ayam ini sempat mendapat penolakan warga setempat. Pembangunan Gereja Ayam Bukit Rhema akhirnya mangkrak selama empat tahun. Namun pada akhirnya, pembangunan rumah doa ini bisa kembali dilanjutkan setelah terjadinya kesepakatan. 

Arsitektur Gereja Ayam Jogja yang memikat

Gereja Ayam Jogja
image by laniaphotographs on instagram

Gereja yang lebih dikenal berbentuk ayam ketimbang seekor merpati ini terdiri dari tiga lantai berbeda. Setiap lantainya memiliki kesan vintage dan unik seakan dibuat sesuai kisah sejarah gereja ayam Magelang yang penuh pesona. 

Lantai dasar

Terlihat layaknya aula besar, bagian lantai dasar dari Gereja Ayam Bukit Rhema ini sering dianggap mirip dengan lambung kapal. Di bagian ini kamu bisa melihat banyak ventilasi yang jadi sumber cahaya ketika pagi maupun siang hari. Menariknya, di bagian ini kamu bisa melihat film dokumenter proses pembangunan atau sejarah gereja ayam Magelang

Lantai dua

Meski tak seluas lantai sebelumnya, lantai dua gereja ayam yang ikonik ini bisa dikatakan jauh lebih unik. Sebab, di area satu ini kamu bisa melihat panorama alam sekitar yang memikat sekaligus bagian ekor dari gereja. 

Bukan itu saja, di lantai dua gereja ayam ini kamu bisa melihat beraneka ragam gambar mural. Tentu saja, spot ini bisa dijadikan tempat berfoto yang asyik untuk mengingat sejarah gereja ayam Magelang karena tampilannya sangat instagramable. Jika lelah, kamu bisa beristirahat sejenak karena ada kafe yang baru saja dibuka di area ini. 

Lantai atas

Apabila dibandingkan dua lantai sebelumnya, lantai atas gereja ayam terbilang sangat sempit. Akan tetapi, di titik ini kamu bisa melihat pemandangan alam paling menakjubkan. Namun sayangnya, ada beberapa bagian dinding yang justru menghalangi pemandangan tersebut. 

Umumnya, ruangan di bagian atas gereja ayam Bukit Rhema ini digunakan untuk kepentingan foto prewedding

Ruang Mahkota

Bagian puncak Gereja Ayam Jogja di Magelang ini juga jadi salah satu bagian terpopuler. Sebab, di sini kamu bisa menikmati keindahan Gunung Sindoro, Puncak Suroloyo, dan Candi Borobudur. Namun karena ukurannya hanya sekitar 2×3 meter persegi, pihak pengelola hanya memperbolehkan maksimal delapan orang di tempat ini. 

Daya tarik yang ditawarkan Gereja Ayam

Bukan sekadar merasakan vibes film Ada Apa dengan Cinta 2, di tempat ini kamu juga bisa melakukan banyak aktivitas menarik. Berikut di antaranya.

Menyaksikan keindahan matahari terbit

Ketika berada di Bukit Rhema, maka aktivitas paling menarik untuk dilakukan adalah menyaksikan indahnya matahari terbit. Selain dilakukan di pagi buat, kamu hanya bisa mendapatkan kesempatan ini di akhir pekan saja. Sebab di hari lainnya, gereja dibuka pukul enam pagi. 

Wisata edukasi

Bukan hanya wisata religi, ternyata Gereja Ayam Bukit Rhema juga bisa jadi wisata edukasi melalui berbagai lukisan yang ada dalam bangunan. Berbagai lukisan tersebut dibuat dengan tema-tema mendidik yang sangat menarik dan unik untuk diabadikan. 

Foto di puncak mahkota gereja

Daya tarik gereja ayam selanjutnya ada pada crown atau mahkota yang ada di puncak bangunan. Tentu saja, spot ini cukup populer di kalangan wisatawan untuk berfoto. 

Namun perhatikan waktu terbaik pengambilan gambar di tempat ini ya. Pastikan saja kamu berada di sana ketika pagi hari, saat matahari terbit. Dijamin, foto yang dihasilkan terlihat cantik dan epik. 

Akan tetapi, kamu tetap harus berhati-hati untuk naik ke bagian puncak bangunan tersebut. Sebab, akses jalannya terbilang sempit. 

Foto bersama seekor burung hantu

Ketika berjalan menuju gereja ayam Jogja, kamu akan disambut seekor burung hantu. Tentu saja, banyak orang yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto sebagai bentuk kenangan saat menjelajah gereja ayam Bukit Rhema. Biaya yang dipatok juga tidak terlalu mahal, karena pengelola menetapkan tarif sukarela untuk bisa berfoto dengan burung hantu tersebut. 

Lokasi Gereja Ayam Jogja

Gereja Ayam magey
image by riaulifeindonesia on instagram

Gereja Ayam Bukit Rhema ada di Gombong, tepatnya Desa Kembanglimus dan masuk di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Cara paling mudah menuju gereja ikonik ini adalah menggunakan motor atau mobil pribadi. Jaraknya cukup dekat dari Borobudur sekitar 4 kilo meter. 

Banyak orang tidak menyarankan pengunjung datang ke Gereja Ayam Jogja ini menggunakan kendaraan umum. Bukan hanya menghabiskan waktu, kamu masih harus berjalan kaki cukup jauh untuk bisa mencapai kawasan gereja jika tidak membawa kendaraan pribadi. 

Harga tiket dan jam buka Gereja Ayam Bukit Rhema

Sejarah gereja ayam
image by riaulifeindonesia on instagram

Gereja Ayam Jogja buka setiap hari, tetapi ada perbedaan waktu operasional di akhir pekan. Senin sampai Jumat buka pukul 06.00 hingga 16.30 WIB. Sementara di akhir pekan, Sabtu dan Minggu buka sejak pukul 05.00 hingga 16.30 WIB. 

Jika kamu ingin menikmati keindahan pesona matahari terbit dari wisata gereja ayam ini sebaiknya datang sejak dini hari. Harga tiketnya pun sangat terjangkau, sekitar Rp 20 ribu per orang (wisatawan domestik) dan Rp 30 ribu per orang (wisatawan mancanegara). 

Ada juga penyewaan Jeep yang memberlakukan tarif Rp 7 ribu per orang. Kemudian, biaya retribusi parkir Rp 5 ribu untuk mobil dan Rp 3 ribu untuk motor. 

Nah, itu tadi penjelasan singkat mengenai wisata religi gereja ayam Jogja yang kekinian di Bukit Rhema, Magelang. Jadi, segera rencanakan liburan kamu ke tempat ini ya agar tidak penasaran!